Showing posts with label Tulis-tulis. Show all posts
Showing posts with label Tulis-tulis. Show all posts

2013: #MalesMakan, Rere, dan sebagainya


Apakah kamu kesini untuk mencari artikel #MalesMakan yang diposting setiap hari minggu jam 8 pagi? Maaf kamu harus kecewa. Artikel tersebut cuma muncul satu season setiap dua bulan sekali. Coba deh cek laman #MalesMakan untuk lebih detilnya.

Anw, sekarang udah tahun 2013 yah. Semoga resolusi kalian pada kecape semua yah. Jadian ama gebetan, lulus kuliah, berhasil ngelamar anak camer sekalian bekpeking keliling sumatra, yah kita doain semuanya kecapai deh. Iya yang doanya mau jadi selebtwit juga kita doain.

Bulan kemaren, Desember 2012, kita udah mulai aktif lagi dengan dua serial posting. Ada #MalesMakan dan Rere. Ternyata lumayan menyenangkan membuat post tersebut, mungkin akan kita lanjutin di tahun ini.

#MalesMakan (bukan MalasMakan, MelesMakan, ataupun MalesMakam) pasti bakal kita lanjutin. Dari evaluasi tahun lalu, serial artikel #MalesMakan selalu menempati peringkat kepopuleran tertinggi setiap bulannya. JB juga seneng sih dibuatin makanan sama orang gitu. Tahun ini tahunnya serial ini lah.

Rere itu postingan resep biasa. Kadang gagal kadang berhasil. Kadang replikasi resep temen kadang ngereplikasi makanan celebchef. Suka-suka kita pokoknya. Rere itu bukan nama orang tapi ya, itu akronim. Tapi, akronimnya juga suka-suka. Bisa resep rere, atau resep sore-sore, mungkin juga resep rabu sore, bisa jadi resep traveler kere. Terserah kamu lah.

Untuk tahun ini mungkin juga bakal ada artikel berseri baru. Selang diantara kekosongan #MalesMakan, kayaknya bakal diisi ama semacam tantangan masak gitu kali ya. Ato apalah yang seru. Kita liat aja ntar.

Untuk Januari ini, mungkin postingan bakal berkurang dulu. Soalnya kontributornya lagi belajar, mau bertarung buat ngelawan alien di perbatasan galaksi. Doain yah semoga dia bisa menjaga perdamaian dunia. :')

Strategi, dan program ga bakal ada gunanya kalo ga ada aksinya. Doain aja yah kita bisa tetep konsisten ngepos lagi sepanjang 2013.

Xiexie :9

Seriously, Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Kamu terbangun di sebuah pagi. Kamu buka jendela, berharap akan mencium bau pagi hari. Tetapi kamu malah mencium bau kali yang mampet gara-gara sampah numpuk. Kemudian kamu memutuskan untuk keluar. Tiba-tiba jalan raya yang biasanya lancar mendadak macet. Usut punya usut ternyata alasannya cuma karena banjir sisa genangan hujan tadi subuh. Kemudian kamu memutuskan untuk berhenti di mal terdekat. Kamu jalan-jalan santai, tapi kamu jutru terjatuh ditangga karena ada oknum tak bertanggungjawab yang buang kulit pisang sembarangan. Kemudian kamu mengutuk dunia dan berharap dilahirkan kembali di negeri lain.

Sekarang mending kamu meratapi nasib aja deh
Ya, kalau sampai hal itu benar-benar menimpa kamu, tandanya kamu lagi sial, dan mending kamu buru-buru tobat. Tetapi, banjir, kubangan air, kali yang mengental airnya, itu merupakan masalah yang nyata. Apalagi yang terakhir, buang kulit pisang di tangga, sungguh terlalu yang melakukan. Tindakan menjaga lingkungan seperti menanam pohon atau gotong royong membersihkan kali itu sangat bagus. Tetapi bukankah kata pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Menurut saya, tidak terlalu perlu menggembar-gemborkan gerakan a, gerakan b, atau gerakan c untuk menjadikan lingkungan lebih baik. Perbaiki diri sendiri, maka orang lain akan malu dan mengikuti. Bukankah memberi contoh lebih baik daripada menyuruh?

Buanglah sampah pada tempatnya. Sepertinya kita sudah diajarkan oleh guru-guru sekolah kita sedari dulu. Tapi apa daya, lingkungan lebih berpengaruh daripada sekolah dalam perkembangan hidup manusia. Hal tersebut tak lebih menjadi sekedar jargon masuk telinga kiri, keluar di telinga kiri lagi.

Sebagai manusia yang memiliki akal, harusnya kita sadar, kalo kita melakukan aksi pasti ada reaksi, setiap kejadian ada sebab. Kalau kali banjir atau bau ya ada asal muasalnya, bukan karena diturunkan tuhan. Alasan paling masuk diakal saya adalah karena ada seseorang yang nakal buang satu plastik ke kali.

Pasti anda berpikir tidak mungkin hanya karena satu orang saja yang buang plastik kemudian banjir. Memang tidak mungkin. Tapi kalau setiap hari ada 20 orang nakal buang plastik ke kali, berapa jumlah plastik yang ada di kali ketika seminggu? 20 x 7 = 140 plastik. Kalo sebulan? 140 x 4 = 560 plastik. Kalo setahun? 560 x 12 = 6720 plastik. Kalo sepuluh tahun? 6720 x 10 = 67200 plastik. Banyak kan. Baru sadar ya.

Apa Yang Harus Kita Lakukan? 

 

Kumpulan sampah yang dibuang sembarangan dalam gerbong kereta
Buanglah sampah pada tempatnya. Seharusnya kalimat tersebut kita terapkan. Tak ada alasan untuk tak menerapkannya. Apa susahnya buang sampah pada tempatnya? Nihil. Malah nambah pahala, dan keliatan makin ganteng kalo dilihat gebetan.

Ingat, setiap anda membeli produk dalam kemasan, anda mempunyai tanggungjawab untuk membuang bagian yang tidak terpakai tepat pada tempatnya. Anda tak mau dibilang manusia tak bertanggungjawab kan? Makanya sisa makannya dibuang dong, jangan asal dilempar ke pojokan.

Jika anda tidak menemukan tempat sampah umum, anda bisa mengumpulkannya terlebih dahulu dalam satu wadah (kantong kresek atau tas ramah lingkungan) untuk dibuang kemudian. Kalau anda punya sedikit nyali, bisa titip ke toko kelontong atau tukang apapun di sebelah anda, biasanya mereka punya tempat sampah sendiri. Kalo cupu ya gausah, bawa pulang aja.

Kalau anda bisa menerapkan hal tersebut, setidaknya anda akan berkontribusi membersihkan lingkungan dengan tidak lebih mengotorinya. Anda telah melakukan hal baik. Setidaknya itulah yang bisa dijadikan modal awal. Melakukan kebaikan kecil.

Jika anda terbiasa melakukannya. Setidaknya akan ada teman anda yang melihat, dan bertanya pada anda. Anda bisa menceritakan dan mungkin dia akan tergugah dan melakukan hal yang sama seperti anda. Anda telah menciptakan rantai kebaikan. Kebaikan untuk anda sendiri, dan dunia yang lebih baik.

Untuk Apa?

 

Anak bermain di sungai
Dalam buku The Fishes of the Indo-australian Archipelago (1953), terdapat 187 jenis ikan di Kali Ciliwung, dalam penelitian yang dilakukan oleh LIPI pada tahun 2009-2011, jumlah itu menyusut menjadi 20 jenis. Kenapa? Ya anda yang pernah melihat kondisi kali tersebut pasti bisa langsung menebak. Kali tersebut penuh dengan sampah.

Kejadian tersebut kan ga setahun dua tahun, tetapi berselang 57 tahun. Kurang lebih satu generasi. Artinya, jika ada seorang bapak yang mulai mengotori kali pada tahun 1953 berumur 20 tahun, maka sekarang dia sudah berumur 78 tahun. Itu juga kalau dia belum meninggal. Mungkin dulu ketika dia muda dia tidak akan berfikir untuk 58 tahun kedepan, karena mungkin dia sudah tidak akan menikmati.

Hal-hal yang kita rasakan sekarang adalah buah yang ditanam oleh para manusia sebelum kita. Jika kita ingin memberikan lingkungan yang baik untuk generasi setelah kita, setidaknya, mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah dari buang sampah pada tempatnya.

Bayangin aja, kalo kita lahir, dan pas kita dewasa semua sungai berubah jadi tempat pembuangan sampah. Ga mau kan? Kalo gitu kita harus mulai dari sekarang. Mulai dari hal hal yang kecil. Karena hal-hal yang besar itu terjadi karena hal-hal yang kecil.

Buang sampah pada tempatnya, yuk!

buon compleanno!

gambar diambi disini
selamat ulang tahun ke 4 Jicho! semoga kamu lebih berisi dan lebih sering dibelai pemilikmu!

kosong

Apa yang jadi alasan kamu melakukan perjalanan? Beberapa teman saya melakukan perjalanan untuk lebih menyadari betapa indahnya dunia dan nyamannya rumahnya.  “No one realizes how beautiful it is to travel until he comes home and rests his head on his old, familiar pillow.”, kata Lin Yutang. Favorit saya adalah, “He who does not travel does not know the value of men.”, seorang teman bilang "saya suka tantangan di alam, karena saya seorang lelaki".

Tapi, yang dirasa saya, sekarang cukup bergeser. Kamera menjadi alat wajib setiap perjalanan. Alasan utama melakukan perjalanan bukan lagi menikmati indahnya dunia, apalagi menjadi seorang pria. Lebih mencari sebuah momen untuk difoto dalam kamera. Setidaknya itu yang saya rasa.

Beberapa perjalanan terakhir, saya mencoba untuk tidak membawa kamera sama sekali. Berat memang, sampai yang terakhir. Tetapi, saya jadi bisa menikmati perjalanan dengan lebih bebas. Tak ada lagi momen untuk dikejar, tak ada lagi beban dipanggul, cukup lebih membuka kelima indera.

Alasan perjalanan tetap sama, “The world is a book and those who do not travel read only one page.” - St. Augustine. Keberadaan kamera dan sederet gear lainnya adalah optional, yang penting adalah melakukan perjalanan, budhal, mangkat! Jangan sampai benda itu menghalangi perjalananmu.

Bawalah gear secukupnya, nikmati perjalanan kamu. Memang nikmat untuk membuat dokumentasi yang bagus juga lebih tempting, ya tapi cobalah untuk menikmati perjalananmu.

Anyway, ini ada oleh-oleh dari perjalanan terakhir. Katanya tempat ini mirip dengan latar di film Norwegian Woods.


Terima kasih kepada duo kaka senthong, menemani perjalanan tidak mainstream di Bromo. Makan cemilan pagi-pagi pas puasa, duduk-duduk ketika orang-orang berlarian ke kawah Bromo, dan melakukan sumpah serapah ditengah remaja ababil yang melakukan pertarungan motor.

Dieng, aku kembali-


14 Februari 2009, delapan jejaka single galau mencoba merayakan hari kasih sayang dengan bercumbu dengan Puncak Sikunir. Penaklukan inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal dari munculnya sebuah komunitas jalan-jalan yang berinisal CLR. Kabut yang menyingkap desa di pagi hari, sinar yang menembus pepohonan di telaga warna, dan gurihnya kentang lokal yang disantap di warung-warung- selalu berhasil membuat saia kembali ke tempat ini tiap tahunnya dalam tiga tahun terakhir. Ingin rasanya kembali kesana, karena menurut saia, Dieng adalah escape point paling asik di sekitar Jogja. []

Carefree


Foto diatas bukan foto konsep, apalagi foto art. Foto itu diambil di kamar saia, siang ini- sehabis bangun tidur. Sekilas fotonya emang kayak ujung rokok atau lukisan abstrak. Tapi maaf, tebakan anda salah sodara-sodara, itu adalah kabel yang terbakar dan putus dari rolkabel di kamar saia. Dari dulu kabel itu kalo disenggol dikit aja udah mati-idup, dan akhirnya malam ini dia kembali ke pangkuan yang kuasa. Sedikit saja sekenario berubah, mungkin si api menyambar baju, baju membakar kamar, dan malah saia yang kembali ke pangkuannya. Untung saja.

Kayaknya memang akhir-akhir ini hidup saia terlalu carefree. Mulai dari malas mengerjakan skripsi, over-olahraga dan kurang menjaga fisik, tidak peduli dengan kebersihan kamar, dan terakhir, terlalu banyak senthong-senthongan di tempat orang. Karma datang, saia terkena ganjaran. Jari manis kanan yang tiga minggu belum bisa lurus, cu*shot tomcat dibawah mata, dan puncaknya, kabel yang terbakar ketika saia tidur. 

Ah, sepertinya universe sedang menyuruh saia untuk berbenah diri. []

Traveler?

*tulisan ini dipenuhin dengan common sense dan subjektivitas penulis*
 

Segala sesuatu diciptakan di dunia ini berpasang-pasangan. Kalimat itulah yang terlontar oleh guru  TPA tempat saya belajar dulu pas kecil. Kalimat ini adalah tafsir dari sebuah ayat dalam sebuah kitab suci di dalam sebuah agama. Kalimat ini memberikan harapan- *uhuk* bagi para jomblowan dan jomblowati, dan sekaligus memberikan ancaman.

Selanjutnya di Traveler? »

laporan skripsi

Progres : Bab 3,5 - metode pengumpulan niat.


sekian

Travelist 4th Issue




Travelist E Magazine
4th Edition (download disini)

Travelist 3rd Edition


Travelist E Magazine
3rd Edition (download disini)

Just another side of Braga







Dulu Braga pernah disebut sebagai jalan culik karena rawannya daerah ini. Pernah juga diberi nama Pedatiweg karena banyaknya pedati yang lewat. Asal nama Paris van Java juga berasal dari daerah ini ketika masa kejayaannya. Sekarang, kalau kita melewati jalan ini, maka kita bisa melihat perubahan. Fine Dining Resto, Cafe, dan Mal ada disana. Juga foto model dan prewed.

Buon Anno - dispiace in ritardo


Selamat Tahun baru! Semoga diracuni semangat baru!

(Gambar kombo efek ngedoodle di malam tahun baru)

Spontaneous Idealist


selalu sama, walau dengan gelar yang berbeda..
*kok gada pilihan akuntan ya?
(Spontaneous Idealist dikenal juga dengan sebutan ENFP oleh Myers-Briggs atau Champion oleh Keirsey)


buon compleanno, mak!

Daily Average Cost


menyenangkan melihat grafik yang ga karuan gini..

Si Anak Baru


Jadi hape gw mati yang lama. Semua notes, save-savean nomer dan sms ilang semua (cuma 3 nomer yang masi kesimpen di SIMcard). Sori banget kalo sms ato telepon gw bakal bilang 'Sape lo!' ato 'kamu siapa ya?'. Kalo bisa smsin nomer kalian ke nomer gw yang lama lagi ya.
Tengkiu :*

thats life


Yeah, that's life. 

(D50, above: 50 FX f1.8, below: 10,5 DX fisheye)

#HappyNovember

Halo guys, dah lama ga memasukkan tulisan ke blog yang paling kece sejagad ini. Ada baiknya mari kita lihat percakapan dibawah:
  
budi: Sekarang udah November loh. 
amat: Terus kenapa?
budi: Ya bentar lagi taun baru, bego lu. 

Ya, karena sudah November, maka Budi, yang biasanya jadi anak baik yang jadi role model di pelajaran PPKN dan Basindo di SD, pun berubah menjadi gahar karena stres menyusun laporan keuangan yang tak kelar. Ya, Budi sudah besar dan jadi akuntan!

Selanjutnya di #HappyNovember »

Padi - Begitu Indah


Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia karena dia begitu indah
------
Oke, gw keracunan lagu ini.

Selamat Ulang Tahun *eh uda basi ya*