Showing posts with label Seriuss. Show all posts
Showing posts with label Seriuss. Show all posts

2013: #MalesMakan, Rere, dan sebagainya


Apakah kamu kesini untuk mencari artikel #MalesMakan yang diposting setiap hari minggu jam 8 pagi? Maaf kamu harus kecewa. Artikel tersebut cuma muncul satu season setiap dua bulan sekali. Coba deh cek laman #MalesMakan untuk lebih detilnya.

Anw, sekarang udah tahun 2013 yah. Semoga resolusi kalian pada kecape semua yah. Jadian ama gebetan, lulus kuliah, berhasil ngelamar anak camer sekalian bekpeking keliling sumatra, yah kita doain semuanya kecapai deh. Iya yang doanya mau jadi selebtwit juga kita doain.

Bulan kemaren, Desember 2012, kita udah mulai aktif lagi dengan dua serial posting. Ada #MalesMakan dan Rere. Ternyata lumayan menyenangkan membuat post tersebut, mungkin akan kita lanjutin di tahun ini.

#MalesMakan (bukan MalasMakan, MelesMakan, ataupun MalesMakam) pasti bakal kita lanjutin. Dari evaluasi tahun lalu, serial artikel #MalesMakan selalu menempati peringkat kepopuleran tertinggi setiap bulannya. JB juga seneng sih dibuatin makanan sama orang gitu. Tahun ini tahunnya serial ini lah.

Rere itu postingan resep biasa. Kadang gagal kadang berhasil. Kadang replikasi resep temen kadang ngereplikasi makanan celebchef. Suka-suka kita pokoknya. Rere itu bukan nama orang tapi ya, itu akronim. Tapi, akronimnya juga suka-suka. Bisa resep rere, atau resep sore-sore, mungkin juga resep rabu sore, bisa jadi resep traveler kere. Terserah kamu lah.

Untuk tahun ini mungkin juga bakal ada artikel berseri baru. Selang diantara kekosongan #MalesMakan, kayaknya bakal diisi ama semacam tantangan masak gitu kali ya. Ato apalah yang seru. Kita liat aja ntar.

Untuk Januari ini, mungkin postingan bakal berkurang dulu. Soalnya kontributornya lagi belajar, mau bertarung buat ngelawan alien di perbatasan galaksi. Doain yah semoga dia bisa menjaga perdamaian dunia. :')

Strategi, dan program ga bakal ada gunanya kalo ga ada aksinya. Doain aja yah kita bisa tetep konsisten ngepos lagi sepanjang 2013.

Xiexie :9

Seriously, Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Kamu terbangun di sebuah pagi. Kamu buka jendela, berharap akan mencium bau pagi hari. Tetapi kamu malah mencium bau kali yang mampet gara-gara sampah numpuk. Kemudian kamu memutuskan untuk keluar. Tiba-tiba jalan raya yang biasanya lancar mendadak macet. Usut punya usut ternyata alasannya cuma karena banjir sisa genangan hujan tadi subuh. Kemudian kamu memutuskan untuk berhenti di mal terdekat. Kamu jalan-jalan santai, tapi kamu jutru terjatuh ditangga karena ada oknum tak bertanggungjawab yang buang kulit pisang sembarangan. Kemudian kamu mengutuk dunia dan berharap dilahirkan kembali di negeri lain.

Sekarang mending kamu meratapi nasib aja deh
Ya, kalau sampai hal itu benar-benar menimpa kamu, tandanya kamu lagi sial, dan mending kamu buru-buru tobat. Tetapi, banjir, kubangan air, kali yang mengental airnya, itu merupakan masalah yang nyata. Apalagi yang terakhir, buang kulit pisang di tangga, sungguh terlalu yang melakukan. Tindakan menjaga lingkungan seperti menanam pohon atau gotong royong membersihkan kali itu sangat bagus. Tetapi bukankah kata pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Menurut saya, tidak terlalu perlu menggembar-gemborkan gerakan a, gerakan b, atau gerakan c untuk menjadikan lingkungan lebih baik. Perbaiki diri sendiri, maka orang lain akan malu dan mengikuti. Bukankah memberi contoh lebih baik daripada menyuruh?

Buanglah sampah pada tempatnya. Sepertinya kita sudah diajarkan oleh guru-guru sekolah kita sedari dulu. Tapi apa daya, lingkungan lebih berpengaruh daripada sekolah dalam perkembangan hidup manusia. Hal tersebut tak lebih menjadi sekedar jargon masuk telinga kiri, keluar di telinga kiri lagi.

Sebagai manusia yang memiliki akal, harusnya kita sadar, kalo kita melakukan aksi pasti ada reaksi, setiap kejadian ada sebab. Kalau kali banjir atau bau ya ada asal muasalnya, bukan karena diturunkan tuhan. Alasan paling masuk diakal saya adalah karena ada seseorang yang nakal buang satu plastik ke kali.

Pasti anda berpikir tidak mungkin hanya karena satu orang saja yang buang plastik kemudian banjir. Memang tidak mungkin. Tapi kalau setiap hari ada 20 orang nakal buang plastik ke kali, berapa jumlah plastik yang ada di kali ketika seminggu? 20 x 7 = 140 plastik. Kalo sebulan? 140 x 4 = 560 plastik. Kalo setahun? 560 x 12 = 6720 plastik. Kalo sepuluh tahun? 6720 x 10 = 67200 plastik. Banyak kan. Baru sadar ya.

Apa Yang Harus Kita Lakukan? 

 

Kumpulan sampah yang dibuang sembarangan dalam gerbong kereta
Buanglah sampah pada tempatnya. Seharusnya kalimat tersebut kita terapkan. Tak ada alasan untuk tak menerapkannya. Apa susahnya buang sampah pada tempatnya? Nihil. Malah nambah pahala, dan keliatan makin ganteng kalo dilihat gebetan.

Ingat, setiap anda membeli produk dalam kemasan, anda mempunyai tanggungjawab untuk membuang bagian yang tidak terpakai tepat pada tempatnya. Anda tak mau dibilang manusia tak bertanggungjawab kan? Makanya sisa makannya dibuang dong, jangan asal dilempar ke pojokan.

Jika anda tidak menemukan tempat sampah umum, anda bisa mengumpulkannya terlebih dahulu dalam satu wadah (kantong kresek atau tas ramah lingkungan) untuk dibuang kemudian. Kalau anda punya sedikit nyali, bisa titip ke toko kelontong atau tukang apapun di sebelah anda, biasanya mereka punya tempat sampah sendiri. Kalo cupu ya gausah, bawa pulang aja.

Kalau anda bisa menerapkan hal tersebut, setidaknya anda akan berkontribusi membersihkan lingkungan dengan tidak lebih mengotorinya. Anda telah melakukan hal baik. Setidaknya itulah yang bisa dijadikan modal awal. Melakukan kebaikan kecil.

Jika anda terbiasa melakukannya. Setidaknya akan ada teman anda yang melihat, dan bertanya pada anda. Anda bisa menceritakan dan mungkin dia akan tergugah dan melakukan hal yang sama seperti anda. Anda telah menciptakan rantai kebaikan. Kebaikan untuk anda sendiri, dan dunia yang lebih baik.

Untuk Apa?

 

Anak bermain di sungai
Dalam buku The Fishes of the Indo-australian Archipelago (1953), terdapat 187 jenis ikan di Kali Ciliwung, dalam penelitian yang dilakukan oleh LIPI pada tahun 2009-2011, jumlah itu menyusut menjadi 20 jenis. Kenapa? Ya anda yang pernah melihat kondisi kali tersebut pasti bisa langsung menebak. Kali tersebut penuh dengan sampah.

Kejadian tersebut kan ga setahun dua tahun, tetapi berselang 57 tahun. Kurang lebih satu generasi. Artinya, jika ada seorang bapak yang mulai mengotori kali pada tahun 1953 berumur 20 tahun, maka sekarang dia sudah berumur 78 tahun. Itu juga kalau dia belum meninggal. Mungkin dulu ketika dia muda dia tidak akan berfikir untuk 58 tahun kedepan, karena mungkin dia sudah tidak akan menikmati.

Hal-hal yang kita rasakan sekarang adalah buah yang ditanam oleh para manusia sebelum kita. Jika kita ingin memberikan lingkungan yang baik untuk generasi setelah kita, setidaknya, mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah dari buang sampah pada tempatnya.

Bayangin aja, kalo kita lahir, dan pas kita dewasa semua sungai berubah jadi tempat pembuangan sampah. Ga mau kan? Kalo gitu kita harus mulai dari sekarang. Mulai dari hal hal yang kecil. Karena hal-hal yang besar itu terjadi karena hal-hal yang kecil.

Buang sampah pada tempatnya, yuk!

Traveler?

*tulisan ini dipenuhin dengan common sense dan subjektivitas penulis*
 

Segala sesuatu diciptakan di dunia ini berpasang-pasangan. Kalimat itulah yang terlontar oleh guru  TPA tempat saya belajar dulu pas kecil. Kalimat ini adalah tafsir dari sebuah ayat dalam sebuah kitab suci di dalam sebuah agama. Kalimat ini memberikan harapan- *uhuk* bagi para jomblowan dan jomblowati, dan sekaligus memberikan ancaman.

Selanjutnya di Traveler? »

laporan skripsi

Progres : Bab 3,5 - metode pengumpulan niat.


sekian

Anak [reblog]

Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra-putri kehidupan.

Mereka terlahir melaluimu, tetapi bukan berasal darimu, karena itu mereka ada bersamamu tapi bukanlah milikmu.

Engkau harus memberi mereka cintamu, tetapi bukan pemikiranmu, karena mereka punya pemikiran mereka sendiri.

Engkau bisa memberikan rumah untuk tubuh mereka, tetapi tidak untuk jiwanya. Karena jiwa mereka akan tinggal di rumah masa depan, yang tidak bisa kau kunjungi, bahkan dalam mimpimu sekalipun.

Engkau boleh mencoba meniru mereka, tapi jangan memaksa mereka menirumu, karena kehidupan tidak pernah berjalan mundur, tidak pula akan terulang.

Engkau adalah busur panah, yang darinya anak-anakmu akan meluncur ke depan.

Sang pemanah menarikmu dengan keagungan-Nya agar anak panah bisa melesat jauh menuju keabadian



Sang Nabi - Kahlil Gibran

(reblogged from here)

Antara Pak Suwaji, Sapi, dan Janji

Text by Wana, Photo by Sasa
Dari balik portal pemungutan retribusi parkir 'wisata merapi' terlihat batas antara hijau dan abu-abu, batas terakhir dimana awan panas menampakkan keganasannya. Tak jauh dari batas tersebut terlihat sebuah rumah, sepertinya adalah rumah terakhir yang terkena awan panas. Tapi, siapa sangka kalau rumah ini dulunya adalah salah satu tempat tinggal sub-unit KKN PPM UGM unit 62.
Begitu tiba disana, saya dan teman saya, Sasa‒ yang ternyata adalah anggota KKN PPM UGM unit 62‒ sontak kaget. Bagaimana tidak, dulunya tempat ini adalah tempat menginap teman seperjuangannya ketika KKN. Semua hijau yang ada di daerah ini disulap menjadi abu-abu bak foto penuh warna yang di sulap menjadi black-and-white di Photoshop.

Rangkaian kursi tempat bersantai mereka di depan rumah kini bolong di beberapa titik karena tak kuat menahan panas, lubang dan gundukan tanah semua rata karena terisi oleh material vulkanik, pepohonan hijau semua menjadi gundul karena awan panas. Seperti itulah pemandangan awal ketika kami sampai disana.

Ketika kami melangkah masuk ke area rumah tersebut, seorang mbah-mbah muncul. Ternyata dia adalah mbah yang tinggal di rumah ini, sepertinya dia adalah ibu dari pemilik rumah ini. Kemudian Sasa bertanya, "Pak Suwaji ada?". Oh, ternyata yang memiliki rumah ini adalah Pak Suwaji, saya baru sadar.

Kami masuk lebih dalam, dan bertemu dengan Ibu Suwaji, diapun menyapa kami dan tersenyum, dan kamipun mengobrol kecil. Ternyata Pak Suwaji sedang membenahi atapnya yang jebol karena terkena awan panas dan material vulkanik, di kandang sapinya yang kini kosong.

Tak lama setelah menyadari kedatangan kami, Pak Suwaji pun turun. Kamipun mengobrol kecil dengan Keluarga Suwaji. Ternyata status mereka masih pengungsi, dan mereka belum diijinkan pulang oleh Pemerintah. Saat ini pun mereka pulang hanya untuk membenahi apa yang bisa dibenahi di rumah mereka.

Ternyata, setelah kami mengobrol dengan mereka, mereka dengan terbuka menyebutkan keadaan mereka. Rumah mereka rusak lumayan parah di atap. Sistem pengairan di daerah tersebut putus, dan Keluarga Suwaji pun terkena dampaknya. Beberapa sapi mereka mati dengan mengenaskan, semuanya loncat ke jurang di belakang kandang karena bingung harus lari kemana, begitu juga dengan anak sapi yang baru saja dilahirkan ke dunia ini. Ayam mereka mati di dalam lubang, mungkin mereka juga bingung harus kemana.

Rumahnya berantakan, Asetnya yang berupa ternak semua lenyap, bahkan air yang tadinya mengalir dengan sangat lancar kini kering kerontang. Tapi, soal urusan atap sudah bisa dibenahi, dan terimakasih kepada para donatur air bersih, kini airpun dapat dinikmati walaupun keran tidak berjalan.

Hanya satu masalahnya. Sapi.

umbulharjo-11
Tengkorak dari anak sapi milik pak Suwaji

Pada 5 November 2010, Pemerintah berjanji akan mengganti sapi-sapi milik warga korban tragedi merapi ini (Detik.com). Angka Rp 100 miliarpun dipampang di berbagai media dan dijajikan akan digelontorkan. Beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 13 November 2010, budget penggantian sapi ini ditambah sebesar Rp 61 miliar (Republika.co.id). Warga menjadi tenang karena sapi mereka dijanjikan akan diganti.

Rabu, 1 Desember 2010. Pemerintah siap membeli 3.811 ekor sapi peternak korban merapi (Metrotvnews.com). Sebuah berita yang sangat baik bagi para korban tragedi merapi, akhirnya hak mereka akan dikembalikan. Tapi ternyata ada berita lain, 6 Desember 2010, ratusan warga yang tergabung dalam Forum rakyat Korban Merapi (Forkom) mendatangi kantor Gubernur DIY untuk meminta gati rugi atas sapi yang mati (Kompas.com). Tandanya sapi mereka masih belum diganti, dan mereka sudah benar-benar butuh uang ganti rugi itu.

Pak Suwaji pasrah. Ketika kami tanya apakah sapinya yang mati lompat ke jurang itu akan diganti oleh Pemerintah apa tidak, Pak Suwaji cuma tersenyum dan menjawab 'saya ndak tahu' (21 Desember 2010). Kabar burung yang beredar mengabarkan sapinya akan diganti, kabar lainnya menyatakan bahwa sapinya tidak akan diganti. Pak Suwaji masih senyum dan terlihat pasrah. Tidak terlihat keinginan yang menggebu-gebu untuk meminta ganti rugi ke Pemerintah.

Kemudian saya berpikir, apakah mungkin bapak yang sudah meninggalkan sapinya, karena sebuah janji Pemerintah, akhirnya akan tidak dapat penggantinya? Kalau sampai memang hal ini terjadi berarti memang parah benar Pemerintah kita ini. Saya tidak dapat berkata apa-apa lagi.

Seharusnya Pemerintah cepat-cepat mengganti uang para korban ini. Karena mungkin hanya uang inilah sisa harta benda mereka, dan dengan uang inilah mereka bisa melanjutkan hidupnya. Uang ini mungkin akan dipakai untuk mereka melakukan usaha, atau mungkin hal lainnya. Mana katanya janji Pemerintah yang katanya pro rakyat, kok sampai sekarang belum diganti juga sapi mereka, teriak benak saya.

Konsentrasi saya pecah. Bukan karena kepala saya meledak memikirkan janji yang tinggal janji, tapi karena Ibu Suwaji memanggil kami dan menjamu kami dengan Air Mineral (di labelnya tertuliskan Mata Air Kaliurang yang entah masih ada apa tidak sekarang) dan Biskuit, dan kami akan dibuatkan Sarimi oleh ibu. Tapi sayang, kami harus pergi ke destinasi selanjutnya karena langit mulai menggelap.

Kamipun beranjak pulang. Pamit kamipun dibalas senyum ramah penuh kehangatan dari Keluarga Suwaji. Kehilangan harta dunia bukanlah alasan untuk menyerah pada hidup. Keluarga Suwaji telah menunjukkannya pada saya. Walau sapi-sapi mereka telah hilang, dan janji Pemerintah akan tetap menjadi janji, mereka tetap melanjutkan hidup dengan legowo.

Semoga ketika saya datang di kunjungan berikutnya, rumah mereka telah terbenahi, terdengar suara sapi menge-moo lagi, dan janji Pemerintah yang telah dilaksanakan. Dan pastinya, masih ada senyuman ramah dari Keluarga Suwaji.

.Lomba Blog Bermanfaat Equality 2009


-----------------------------------------------------------------------------------------------
Peserta:
  1. Anggun Gunawan, UGM (status: terdaftar)
  2. Firdos Putra, Alumni UNSOED (status: terdaftar)
  3. Affan Ibnu, UGM (status: terdaftar)
  4. Joseph Natanael, UI (status: terdaftar)
  5. Muhammad Robby, UII (status: kurang Inspiring Writing dan Banner)
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Info Terbaru:
  • Pendaftaran dan Pengumpulan blog diperpanjang sampai dengan 22 Oktober 2009,
  • Bagi yang sudah mendaftar ke email equality2009@gmail.com tetapi masih ada kekurangan, akan di hubungi oleh panitia.
(last update: 22 Oktober 2009, 11.50 PM)

.Rangkaian Lomba Equality 2009

BPPM Equilibrium Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada UGM dengan bangga mempersembahkan Equality 2009 (Equality Annual Activity 2009) Tema besar EQUALITY 2009 “Menyambut Wajah Baru Kepenulisan Indonesia”. Lomba EQUALITY 2009 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam EQUALITY 2009 yang diadakan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada mahasiswa di seluruh Indonesia, khusunya di Jogjakarta yang terjun dalam dunia kepenulisan, baik yang tergabung dalam Pers Mahasiswa maupun secara perseorangan. Kegiatan ini terdiri atas beberapa lomba, diantaranya National Buletin Award, Esai Populer, Blog Bermanfaat, dan Esai Foto.

NATIONAL BULETIN AWARD

LOMBA ESSAY POPULER

LOMBA BLOG BERMANFAAT

Ketentuan Utama :

  1. Membuat Sebuah Tulisan dengan Tema: "Ajari Dunia dengan Blogmu"
  2. Memasang banner yang sudah ditentukan di blog yang dilombakan.

Ketentuan Lomba :

  • Peserta lomba adalah para blogger muda berumur 16 sampai 25 tahun
  • Tulisan harus orisinil buatan blogger.
  • Blog harus memiliki nilai tambah bagi pembacanya dan bukan miniblog, microblog, photoblog, dailydiaryblog, dll.
  • Minimal umur blog adalah 6 bulan dan minimal 1 posting tiap bulannya.
  • Tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan menyinggung pihak tertentu.
  • Tidak melanggar hukum.
  • Cara pendaftaran : Mengisi formulir pendaftaran, scan kartu identitas (KTP, SIM, atau KTM), dan foto maksimal 500x500 pixel.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

LOMBA ESSAY FOTO JURNALISTIK

Ketentuan umum lomba :

  • Ketentuan peserta : Mahasiswa, WNI, dari seluruh Indonesia
  • Bentuk karya : Masing - masing peserta mengirimkan project berupa essay foto yang terdiri minimal 3 foto dan maksimal 6 foto yang bertemakan “Kebudayaan di Tengah Arus Modernisasi
  • Menggunakan kamera digital. Hasil karya berupa softcopy dalam bentuk rangkaian foto dan melampirkan narasi yang berkaitan dengan foto. Foto beserta narasi dikirim ke e-mail Equality 2009 dengan lebar minimal 2000 pixel, scan bukti pembayaran, formulir, serta scan KTM dengan subject : Essayfoto_nama
  • Biaya pendaftaran : Rp. 35.000 dikirim ke Rekening Mandiri KCP PU Yogyakarta 137-00-0640010-1 atas nama Poppy Danastri Sari
  • Karya yang masuk kemudian menjadi hak milik panitia, dan hak cipta tetap ada di tangan fotografer yang bersangkutan.
  • Karya tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan kesadisan.
  • Karya yang dikirimkan belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain atau dipublikasikan di media
  • Foto adalah karya milik sendiri. Yang dinilai adalah orisinalitas dan nilai berita yang dikandung, tidak diperkenankan mengedit/ memanipulasi foto. Rekayasa digital diizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotografi film.
  • Duapuluh besar terpilih akan diundang ke Yogyakarta untuk mengikut penjurian tahap lanjut yaitu presentasi dan sharing materi dengan dewan juri.
  • Seluruh finalis hasil fotonya akan dipamerkan di Gedung MM UGM saat seminar berlangsung.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Formulir Pendaftaran dapat di unduh di Website Equality dan dikirimkan ke e-mail Equality.

Tahapan Lomba EQUALITY 2009 :

Pendaftaran : 15 September - 19 Oktober 2009

Penjurian : 21 Oktober - 23 Oktober 2009

Pengumuman : 23 Oktober 2009

Penyerahan Hadiah : 31 Oktober 2009 (Saat Seminar Equality 2009)

Panitia EQUALITY 2009 :

Ruang BPPM Equilibrium Lt .1 Sayap Utara

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Bulaksumur Yogyakarta 55281

e-mail : equality.2009@yahoo.com

website : www.equality2009.co.cc

Contact Person :

CP Essay : Alfis 081802581089

CP Blog : Wana 087839378281

CP Buletin : Dini 085695152738

CP Foto Essay : Kinkin 085729170321

.him

Batuk berkepanjangan yang tak kunjung berhenti, tak bisa diobati dengan berbagai cara, obat dan istirahat, entah mengapa, hari itu hilang mendadak, tanpa diobati. Dan, pada hari itu juga saya, kami, dan kita, kehilangan sebuah sosok yang sangat berharga.

Hari itu, umurnya lima puluh empat tahun, dan hampir setengah masa hidupnya dihabiskan bersama dengan berbagai penyakit, darah tinggi, asam urat, gagal ginjal, dkk. Sekarang semua perjuangannya sudah selesai, telah berakhir, benar-benar berakhir. ya, dia pasti sudah tenang sekarang.

Marahnya, geraman-nya, dan teriakan-nya selalu jadi alasan utama saya untuk menjauh dari rumah. Dibalik itu, terkandung karakter kuat dari nya. Sekarang, saya, dan kami, telah merasa kehilangan. ya, kami rindu suara itu.

Saya akui, saya memang sangat melanko, ya, melankolis. Tapi, tanggungjawab di punggung saya membuat saya harus memakai topeng lain untuk menutupi ke-malanko-an saya.

Tapi, kali ini, saya tak bisa menahannya, topeng itu, dia retak, tak kuat menahan beban yang ada. Air keluar, saling berdesak-desakan, melalui sela sela retakan. ya, saya menangis.

Maaf, saya memang cengeng, tapi, kali ini bukan karena merasa kehilangan, saya dan kami sudah ikhlas akan kepergiannya. Melainkan, kebanggan. Teman, Partner Kerja, Atasan, dan Sahabatnya, semua mengiringi perjalanan terakhirnya. ya, saya bangga.

Bukan, bukan pada momen diatas saya menangis, tapi, ketika terdengar pesan terakhir dari teman sejahwatnya, teman seperjuanganya di tempatnya bekerja. Begitubanyaknya jasa dan pengabdiannya di tempatnya bekerja. ya, saya bangga.

ya, saya bangga. Hampir semua teman-nya berkata, "Bapak-mu orang yang jujur, ga pernah manfaatin temen dan jabatan, kamu harus ngelanjutin-nya". Dia orang yang jujur. Saya Bangga.

Dia guru saya, mengajari saya memasak, mengajari saya belajar, mengajari saya kejujuran, mengajari saya fotografi, yang pada akhirnya beda aliran, dan masih banyak lagi yang tidak saya ajari. ya, dia guru saya.

Senang, susah, ceria, duka, lara, semua bercampur menjadi satu, bersinergi menjadi sebuah catatan sejarah perjalanan hidupnya.
Hati, menjadi tempat mengukirnya,

Mulut, menjadi media penyebarannya,
Mata, menjadi saksi perbuatannya,
smoga ini bisa jadi sebuah pengalaman bagi semua yang merasakannya.

Tangis, tidak menjadi pengiring perjalanan terakhirnya. Doa, itu yang saya percaya dan yang terbaik untuknya. Allahummagfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu.

Amien.
"Semua yang berasal dari-Nya, pasti akan kembali ke hadapan-Nya"
Teman, Sahabat, Keluarga, Kakek, Anak, Cucu, Keponaka, Sepupu, Suami,....., dan Ayah, dia telah pergi dari dunia ini,

Mochammad Bachtiar.
5 Mei 1955 - 22 August 2009
*no photo

yeah, this note is for u, dad!

.untuk tim p3k simfoni 2009

SIMFONI sudah selesai, tapi kewajiban bangun sebelum subuh blom berakhir, masih ada bulan puasa, jadi harus bangun pas saur.. Dies juga tinggal dikit kerjaannya.. Keadaan di Jakarta juga ga terlalu parah.. Intinya, saya bisa sedikit ISTIRAHAT, bisa sedikit 'Care ama diri sendiri'..

SIMFONI 3 hari + TM, saya mendapati beberapa hal baru.. Saya baru tahu kalo temen maen saya pas kecil, masuk FEB, AKUN pula! dan dia EKSIS! dia jadi ketua angkatan pas SIMFONI, dan dia SANGAT AKTIFF (sangat berlawanan dengan saya).. Saya juga baru tahu kalo kordinator saya, DIDIN (teman dekat DODO), sangat menganut paham KOMUNIS SOSIALIS.. Saya juga mendapati kalo jadi P3K tuh harus selalu SIAGA, kita istirahat di sekre 1menit aja, tiba-tiba ada MABA kram mpe nangis.. Saya baru tahu beberapa kelakuan teman-teman saya yang saya kira sangat pendiam ternyata tidak beda dengan Mega..

SIMFONI, P3K adalah pekerjaan yang capek dan membosankan, kita diharuskan untuk menunggu maba yang sakit di belakang barisan maba, tah ada teman ngobrol selain panitia, itu juga kalo panitia itu ga sibuk. Teman ngobrol kami cuma P3K-team-mate, Panitia yang sedang bosan, dan Maba Langganan Sakit, kayak Tyo, Fitri, Wardah, dan teman temannya.. Walau memang sedikit, tapi saya cukup terhibur dengan teman-teman yang supel, baik, dan menyenangkan.. Terimakasih juga buat maba sakit yang enak diajak ngobrol, maaf kalo ruangannya bau.. Terimakasih juga buat di Kakak-mendadak, enak yah punya kakak cewek, coba kalo dulu si mama gak kekguguran..

SIMFONI, overall saia benar-benar beruntung punya P3K-mate yang super-x (isi variabel x dengan segala sifat baik yang kamu ketahui), terimakasih untuk Si SUPER-koor yang sangat Sosialis, Didin, Si kakak, Dita, Si teman Scanning maba Tipe 1 (putih, pollem, ikat), Nina, Si duo wanita yang tidak pernah pisah, Rai n Meri, Si duo wanita teman gossip maba :)), Kiki n Cemcem, Si wanita pembawa sisir berbentuk saru sekaligus katanya adik saia, Vena, Si tman satu kota saia, Yudis, Si teman saya yang sanggat bundar, Yanuar, Si teman ngehina orang, Fandi n Agung, Si duo jilbab yang sering tertukar, Siti n Mita, Si pertner intimnya koor, Dodo.

SIMFONI P3K TEAM, terimakasihbanyak, 3 hari yang menyenangkan, Kita- Menghina, Menggosip, Tertawa, Ke-bau-an, Makan, Bernanyi, Panik, Mencari Paracetamol -Bersama.. Saya tidak mau munafik, tapi mungkin hal-hal ini akan terlupakan dalam waktu 2 bulan-an, TAPI, momen tersebut merupakan salahsatu GOLDEN MOMENT yang ada dalam hidup saia, NO DOUBT!

photo potrait anggota P3k SIMFONI 2009: http://www.facebook.com/wana.darma?ref=profile#/album.php?aid=2031093&id=1096591937
(sisa poto nyusul)

-----------------------------------------------------------------------------------------

Saia mau nyombong, saia baru beli saos tiram n kecap inggris n lada bubuk, mau masak.wkwkwkwk..
Saia ingin tahu kabar duo-wanita-maba-akun-nya-yusrina-angkatan-2009 yang buat bapia berbentuk seperti Jerapah, apakabar mereka ya?
BTW, Saia terobsesi dengan the Virgin, sssssttttt, cukup anak P3K yang tahu :))

.mencari second-hand

ngawul-ngawul tuh ada sensasi tersendiri kalo dapet baju yang bagus..

-mega
, seorang teman saia..

Dari kalimat itulah saya mulai mengenal *pertama kali* awul-awul secara lebih detail..ya..pertama kali..*cheers*.. dan saya belum pernah sekalipun ke awul awul sebelumnya.. *untuk yang belum tau*, awul awul tuh tempat anak-anak nyari baju second-hand, ya, second-hand! - baju yang dipakai orang, kemudian dijual lagi. entahlah, apa namanya benar awul-awul atau mereka (para manusia pencinta second-hand) yang mencetuskan nama yang sangat ajaib ini..

Benar benar ajaib, tak saya sangka.. di tempat saya kuliah, mahluk awul-awul ini benar-benar digemari, bahakan tak hanya mahasiswa middle-low class *seperti saya* yang terpincut pada hal ini, bahkan, mahasiswa high class *ini bukan saia* pun seakan terbuai akan bentukan tidak jelas ini.. oke, bahakan kegiatan pergi ke awul-awul pun bukan hanya menjadi kegiatan mencari baju semata, bahkan kegiatan ini menjadi kegiatan berbasiskan hobi, ya, bukan lagi untuk mencari baju untuk memenuhi basic-needs, tapi lebih ke kegiatan melepas stress, untuk mencari baju baju yang lucu, untuk dipajang, bukan dipakai.

oke, *cheers lagi*

diluar hal-hali yang saya tulis diatas, berarti, bisa dilihat, ada trend untuk memebeli barang second-hand disini, why? because it's cheap... and it's fun!

ya, benar, alasan klasik, murah, tapi, ada kecendrungan kemunculan bakat hedonis disini, buy for fun, bukan, buy cause i need, okei. apakah ini baik? atau malah buruk? jawab sendiri saja di hati masing masing, saia tidak mau membuat miss-interpretasi antar pendapat disini, bosan dengan perdebatan virtual yang berakhir pada konklusi yang tidak jelas, maunya menang sendiri, toh gak keliatan siapa saya. tidak merasa begitu? yasudah. lupakan.

oke, *lagi lagi cheers*

diluar hal-hal diatas lg, kembali ke quote dari mega, shi*! sepertinya saya juga terkena sindrom itu, benar, saya jadi suka mencari barang-barang second-hand, tapi kali ini bukan baju, tapi lensa kamera.

minggu ini, rekor baru terpecahkan, dua kali saya ngalor-ngidul kosan-pasar klitikan mangkubumi, dan dua kali ngalor-ngidul kosan-pasar klitikan senthir, hasilnya, nol besar, hal paling menakjubkan yang saya temukan diantara kumpulan onderdil motor second-hand adalah sebuah rangefinder merek Canon, dan saya ditawari 50rb, waw! sayang saya tidak tertarik dengan agama lain.heee.

dua pasar tradisional saya putari, tapi tidak satupun membuahkan hasil, akhirnya malah jadinya mendatangi toko kamera konvensional, mungkin bukan toko yang besar, bukan toko yang terkenal, tapi adalah toko yang membuat saya sangat terkaget-kaget. dan dua kali juga saya dikagetkan dengan harga yang ditawarkan di toko-toko itu. padahal toko-toko tersebut tidaklah sebesar artha atau duta, tapi tidak sekecil gerai milky-tea tongji.

toko pertama, lumayan besar, tapi belum bisa menandingi kemewahan artha ataupun duta. sebuah koko reparasi kamera, *perhatian*, toko reparasi kamera, bukan toko jual-beli kamera. disana saya bertemu dengan om-om keturunan cina, tua, ya, terlihat dari raut mukanya yang berubah ketika dia melihat saya yang sedang mencari lensa, "lensa nikon ada om?", saya bertanya, diapun mengeluarkan lima lensa yang dikunci rapat di laemari transapran yang biasanya digunakan untuk mempertunjukan kemewahan sebuah toko kamera.

lima lensa bejejer di depan saya, yang satu masih menempel di kamera, kelimanya terlihat mahal, bahkan mungkin lebih mahal daripada kamera yang saya beli di barkas. saya ragu, mampukah seorang mahasiswa yang hidup dari jual-beli kamera ini mampu membeli salah satu dari lima lensa ini. kemudian saya bertanya harga pada om cina itu. katanya, empat lensa yang berjejer adalah milik adiknya, sedangkan yang menempel di kamera adalah miliknya. kemudian saya jamah lensa miliknya - yang menempel pada kamera, banyak jamur, hal yang saya simpulkan pertama kali ketika saya terawang lensa tersebut. saya bertanya harganya, 350rb jawabnya, shock! shock! benar-benar shock, sebuah lensa yang seharusnya minimal seharga 700rb, dihargai sebegitu rendahnya. andaikan memang penuh dengan jamur, biaya penyucian lensanya pun tidak akan menutupi selisih antar harga pasar dan harga toko tersebut. what a lucky day!
*second-hand effect no. 1, ayo hunting lensa

*ini dia lensa yang ga sengaja kebeli gara-gara lg hunting second-hand*

toko selanjutnya, pulang dari pasar senthir, ingin menuju ke pasar pakuncen, saya melewati jalan yang belum saya jamah. awalnya ingin melihat pasar senthir yang dzulfan bilang, barat pku, tetapi ditengah jalan malah bertemu toko kamera, saya lewati saja, suadah mau tutup, ya, itu alasanya. tapi entah mengapa, ada hal yang mengganjal, jadi saya putuskan untuk memutar balik, ya, memutar balik.

setelah melakaukan manuver yang cukup idiot, nyaris ditabrak dua kali, sebuah taksi dan sebuah motor, saya berhasi sampai di toko tersebut, benar, toko tersebut so-close-to-closed, tinggal satu papan lagi, maka tertutuplah toko itu dari dunia luar dan segala maksiat yang ada di luar sana. saya nyelonong masuk, tidak menghiraukan mbak-mbak penjaga. satu penjaga lewat, dua penjaga lewat, bertemulah saya dengan bapak funky yang memakai gaya bahasa "gw-lo", yap, benar-benar sebuah bias didalam data kependudukan warga jogja, unik.

saya bertanya hal yang sama seperti yang saya lakukan di toko sebelumnya,
Saya (x): ada lensa nikon om?
Oom Funky (OoF): kamera kamu apa?
x: lensa apa aja om
OoF: kamu kuliah dimana?
x: saya ga kuliah fotografi ko om
OoF: ikut klub foto?
x: ga iut om, saya cuma hobi aja

....benar benar percakapan maha dahsyat, ga nyambung..
lensa pun dikeluarkan, "berapa harganya?", 500rb *sayang udah gapunya duit* , katanya. cukup shock! tapi tak terlalu shock, karena emang saya belum tau spesifikasi lensanya, kemudian saya jamah lensanya, ga ada jamur, bersih semua, kecuali ada fog di filternya, kekuranganya mungkin cuma tanpa lenscap dan rearcap,kemudaian saya identifikasi tipenya, hal pertama yang syaraf tulang belakang minta adalah, shock! *lagi*, kenapa? karena lensa ini di bursa minimal harganya adalah 1,5jt.shi*! what a lucky man in a damn world!
*second-hand effect no. 2, ayo nabung supaya bisa hunting lensa second-hand

and guess what.. si Oom funky itu adalah dosen fotografi di ISI, dan dia udah sering jadi pembicara masalah fotografi di UGM, shi*!