Showing posts with label Barabara. Show all posts
Showing posts with label Barabara. Show all posts

Ketengan: Mengejar Kudapan di London



Pelancong & Foto: Dewi Wulansari
Tulisan: W. Darma

Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, akirnya aku sampai di toko kue yang sangat populer di (instagramers) London, Maitre Choux. Katanya, toko kue ini dimiliki oleh Chef Perancis yang tampan. Sebagai seorang perempuan bergelar master of dessert hunter, tak ada kenikmatan yang lebih wahid daripada memakan kudapan yang dibuat oleh papah muda yang ganteng.

Selanjutnya di Ketengan: Mengejar Kudapan di London »

Ketengan: Bangka I'm In Love

Haii kenalin nih, temen JB pas masih kerja di kota yang lucu! Cari tau aja sendiri kota yang lucu dimana. Yang pasti bukan Cile.

Jadi ceritanya kemaren gue get lost di bangka gitu 4 hari. Tujuan utamanya menjemput masa depan, ketemu kedua orang tua-nya calon pendamping hidup gue, dan hadiahnya berburu makanan khas bangka dan jalan-jalan ke pantai! Inget bukan pantai Nasyem atau Gedindra yg lagi marak tahun ini.

Oke karena dulu gue pernah dikomedi, tapi bukan komedi puter, jadi nulisnya ala-ala komedi garing gak lucu ngeboom gitu. Anyway, ngeboom itu istilah standup comedian klo dipanggung ga lucu. Ciee ketauan dulu sering ngeboom, hahaha!

Selanjutnya di Ketengan: Bangka I'm In Love »

Sehari Berburu Mie di Banda Aceh



Sampai juga kami di warung kopi. Ya, di kota ini, Banda Aceh, salah satu fungsi warung kopi adalah menjadi suaka bagi para penjelajah yang lelah. Kami berempat memesan minuman yang sama, Sanger Dingin. Campuran kopi dan susu ditambah batu es selalu menjadi favorit saya ketika melipir ke kedai-kedai di kota ini.

Kata seorang teman saya, Banda Aceh ini merupakan miniatur dunia. Saya-pun mengamini, karena ketika berjalan-jalan kamu akan menemui wajah yang beragam. Kadang Melayu, kadang Arab, Persia, India, dan Eropa kalau beruntung. 

Tapi, bukan cuma wajah yang berhiaskan aroma campuran, kuliner disinipun banyak yang merupakan kuliner campuran. Mie adalah salah satunya, dan kami adalah pencinta mie. Jadi hari ini kami telah berburu mie sehari penuh, loh!

Selanjutnya di Sehari Berburu Mie di Banda Aceh »

Lamno dan Gurita



Indomie yang dimasak disini emang beda. Di Aceh, Indomie dimasak selayaknya Mie Aceh, bisa pesan rebus, goreng, atau goreng basah. Selain itu, sensasi menyeruput Indomie selalu berubah-ubah mengikuti pemandangan yang terpampang. Gak sih, tergantung bumbu aja sih.

Oh iya, baru aja JB dateng ke Gampong (sebutan desa di Aceh) yang sebagian besar masyarakatnya berparas indah, dan tampan. Lamno nama daerahnya, letaknya cari di Google Maps, kalian sudah pada besar kan.

Iya, JB mau nulis tentang keturunan Portugis kok.

Selanjutnya di Lamno dan Gurita »

Dieng, aku kembali-


14 Februari 2009, delapan jejaka single galau mencoba merayakan hari kasih sayang dengan bercumbu dengan Puncak Sikunir. Penaklukan inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal dari munculnya sebuah komunitas jalan-jalan yang berinisal CLR. Kabut yang menyingkap desa di pagi hari, sinar yang menembus pepohonan di telaga warna, dan gurihnya kentang lokal yang disantap di warung-warung- selalu berhasil membuat saia kembali ke tempat ini tiap tahunnya dalam tiga tahun terakhir. Ingin rasanya kembali kesana, karena menurut saia, Dieng adalah escape point paling asik di sekitar Jogja. []

Travelist 4th Issue




Travelist E Magazine
4th Edition (download disini)

Travelist 3rd Edition


Travelist E Magazine
3rd Edition (download disini)

Just another side of Braga







Dulu Braga pernah disebut sebagai jalan culik karena rawannya daerah ini. Pernah juga diberi nama Pedatiweg karena banyaknya pedati yang lewat. Asal nama Paris van Java juga berasal dari daerah ini ketika masa kejayaannya. Sekarang, kalau kita melewati jalan ini, maka kita bisa melihat perubahan. Fine Dining Resto, Cafe, dan Mal ada disana. Juga foto model dan prewed.

Baluran, glance

Padang Savana, Baluran, Jawa Timur. (c) @maharsiwahyu 2011


Hidup Qaqagh Maha, semua foto yang diambilnya pasti hasilnya kece tenan!
 fleetmember le-ri (Asep, Amel, Wana, Maha, Mas Oo)

Sam Poo Kong, Bukan Sodaranya Son Go Kong


Dari jaman pertama kali saya bisa menginginkan sesuatu selain asi, saya selalu ingin melihat Cina, bukan dari TV apalagi radio. Mungkin ini gara-gara pas jaman kecil, semenjak TV kabel di komplek saya rusak, saya selalu disuguhi film-film cina macam Bo-bo Ho, Jackie Chan, Jet Li atau Andy Lau yang kental dengan adegan keren di tanah Cina ini.

Saya ingin mancium bau dupa di Klenteng, saya ingin makan di Pecinan, saya ingin punya teman orang Cina daratan tulen, dan saya ingin mendapatkan assignment menulis/moto di tanah Cina ini.

Ya, setidaknya kalau ga ke Cina-nya langsung, liat budaya Cina di Indonesia juga ga masalah, KW-KW dikit yang penting gaul!


Selanjutnya di Sam Poo Kong, Bukan Sodaranya Son Go Kong »

.Rangkaian Lomba Equality 2009

BPPM Equilibrium Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada UGM dengan bangga mempersembahkan Equality 2009 (Equality Annual Activity 2009) Tema besar EQUALITY 2009 “Menyambut Wajah Baru Kepenulisan Indonesia”. Lomba EQUALITY 2009 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam EQUALITY 2009 yang diadakan untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada mahasiswa di seluruh Indonesia, khusunya di Jogjakarta yang terjun dalam dunia kepenulisan, baik yang tergabung dalam Pers Mahasiswa maupun secara perseorangan. Kegiatan ini terdiri atas beberapa lomba, diantaranya National Buletin Award, Esai Populer, Blog Bermanfaat, dan Esai Foto.

NATIONAL BULETIN AWARD

LOMBA ESSAY POPULER

LOMBA BLOG BERMANFAAT

Ketentuan Utama :

  1. Membuat Sebuah Tulisan dengan Tema: "Ajari Dunia dengan Blogmu"
  2. Memasang banner yang sudah ditentukan di blog yang dilombakan.

Ketentuan Lomba :

  • Peserta lomba adalah para blogger muda berumur 16 sampai 25 tahun
  • Tulisan harus orisinil buatan blogger.
  • Blog harus memiliki nilai tambah bagi pembacanya dan bukan miniblog, microblog, photoblog, dailydiaryblog, dll.
  • Minimal umur blog adalah 6 bulan dan minimal 1 posting tiap bulannya.
  • Tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan menyinggung pihak tertentu.
  • Tidak melanggar hukum.
  • Cara pendaftaran : Mengisi formulir pendaftaran, scan kartu identitas (KTP, SIM, atau KTM), dan foto maksimal 500x500 pixel.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

LOMBA ESSAY FOTO JURNALISTIK

Ketentuan umum lomba :

  • Ketentuan peserta : Mahasiswa, WNI, dari seluruh Indonesia
  • Bentuk karya : Masing - masing peserta mengirimkan project berupa essay foto yang terdiri minimal 3 foto dan maksimal 6 foto yang bertemakan “Kebudayaan di Tengah Arus Modernisasi
  • Menggunakan kamera digital. Hasil karya berupa softcopy dalam bentuk rangkaian foto dan melampirkan narasi yang berkaitan dengan foto. Foto beserta narasi dikirim ke e-mail Equality 2009 dengan lebar minimal 2000 pixel, scan bukti pembayaran, formulir, serta scan KTM dengan subject : Essayfoto_nama
  • Biaya pendaftaran : Rp. 35.000 dikirim ke Rekening Mandiri KCP PU Yogyakarta 137-00-0640010-1 atas nama Poppy Danastri Sari
  • Karya yang masuk kemudian menjadi hak milik panitia, dan hak cipta tetap ada di tangan fotografer yang bersangkutan.
  • Karya tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan kesadisan.
  • Karya yang dikirimkan belum pernah diikutsertakan dalam lomba lain atau dipublikasikan di media
  • Foto adalah karya milik sendiri. Yang dinilai adalah orisinalitas dan nilai berita yang dikandung, tidak diperkenankan mengedit/ memanipulasi foto. Rekayasa digital diizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotografi film.
  • Duapuluh besar terpilih akan diundang ke Yogyakarta untuk mengikut penjurian tahap lanjut yaitu presentasi dan sharing materi dengan dewan juri.
  • Seluruh finalis hasil fotonya akan dipamerkan di Gedung MM UGM saat seminar berlangsung.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Formulir Pendaftaran dapat di unduh di Website Equality dan dikirimkan ke e-mail Equality.

Tahapan Lomba EQUALITY 2009 :

Pendaftaran : 15 September - 19 Oktober 2009

Penjurian : 21 Oktober - 23 Oktober 2009

Pengumuman : 23 Oktober 2009

Penyerahan Hadiah : 31 Oktober 2009 (Saat Seminar Equality 2009)

Panitia EQUALITY 2009 :

Ruang BPPM Equilibrium Lt .1 Sayap Utara

Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM Bulaksumur Yogyakarta 55281

e-mail : equality.2009@yahoo.com

website : www.equality2009.co.cc

Contact Person :

CP Essay : Alfis 081802581089

CP Blog : Wana 087839378281

CP Buletin : Dini 085695152738

CP Foto Essay : Kinkin 085729170321

♫ Lost at Surabaya, day 4


foto diatas bukan foto di surabaja, tapi di bukit bintang, di jogja. pengennya sih pake poto surabaja, tapi apa daya, fotonya lupa naro dimana. *toss*
--------------------------------------------------------------

Sekarang hari ke-empat saya di Surabaya, tapi, hari ini kurang berjalan seperti yang diharapkan..errr. Jangan bayangkan kalau hari ini saya mendapatkan foto atau destinasi perjalann baru, yang ada malah saya tau warnet baru di Surabaya.ahaha. Alasanya cuma satu, saya telat bangun. Yap, as usual, so, sekarang saya akan merangkum pengalaman dari tiga hari ini saya jalan menjadi sebuah guide untuk yang mau berpergian ke surabaya :D

so, lets begin the GUIDE.
--------------------------------------------------------------

Surabaya, adalah sebuah kota di ujung timur laut pulau Jawa, juga merupakan ibukota dari provinsi Jawa Timur. Kota ini terletak di atara dua kabupaten dan satu selat, yaitu, Kab Gresik di barat, Kab Sidoarjo di Selatan, dan Selat Madura di Selatan dan Utaranya. Surabaya juga merupakan kota ter-besar kedua di Indonesia, setelah Jakarta tentunya. Yah, sekian pelajaran Geografinya..

How To Get Here.
Banyak cara untuk mencapai kota ini, jelas karena ini adalah kota terbesar kedua di Indonesia.
Kendaraan Pribadi, keduanya bisa masuk ke kota ini, jika memakai kendaraan pribadi, anda bisa melewati jalan tol ke Gresik, Waru, Gempol, atau ke Bandara.
Bus, Jika anda lebih suka gaya backpaker, saya sarankan anda naik bis, anda bisa berhenti di terminal yang berada di perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo di Selatan, di Terminal Bungurasih, untuk Info juga, terminal ini ternyata adalah Terminal tersibuk di IDN, dan terbesar di Asia-Tenggara.mantab gan!
Kereta Api, mulai dari kelas Ekonomi, sampai kelas Eksekutif ada disini. Stasiun di kota ini ada empat, yaitu, Wonokromo, Pasar Turi, Gubeng, dan Stasiun Kota.
Pesawat, yang perlu diingat ketika anda menaiki pesawat untuk mencapai kota ini adalah, kota ini tidak memiliki Bandara, bandara terdekat berada di Selatan Kota ini, di Kab. Sidoarjo, Bandara Internasional Juanda.

Destination Point.
Download dulu peta wisata yang juga saya pakai untuk berjalan-jalan di Surabaya, di http://www.eastjava.com/tourism/surabaya

Ketika anda ingin memasukan kota ini dalam list perjalanan anda, yang harus diperhatikan adalah bahwa kota ini adalah kota terbesar ke-dua di Indonesia, jadi, jangan berharap kota ini akan menyajikan suasana asri nan nyaman seperti di Bali, atau budaya nan apik seperti di Jogja. Jika anda ingin ke kota ini, tanamkan di benak anda bahwa anda akan meliha kota Jakarta versi lima atau sepuluh tahun silam, sebuah kota metropolitan, tetapi tidak se-crowded Jakarta, tapi lebih crowded daripada Jogja.

Kota ini memiliki julukan kota Pahlawan, karena dulunya kota ini adalah salah satu kota yang bersejarah ketika jaman penjajahan Indonesia. karena kota ini adalah kota yang menyajikan tujuan wisata lebih berupa Tugu atau Musium. Tugu Pahlawan, Musium House of Sampoerna, Monuen Jendral Sudirman, Monumen Bambu Runcing, adalah beberapa tujuan wisata tugu-musium yang gratis, jika tak puas yang gratis, anda bisa menikmati Musium Kapal Selam, kurang-lebih IDR3.000 untuk tiket masuknya.

Konon katanya, kota ini dulunya tercipta karena adanya pertempuran antara Suro (Ikan Hiu) dan Boyo (Buaya), makanya nama kota ini Suro-Boyo. Di kota ini juga terdapat beberapa Monumen Suro dan Boyo ini, bentuknya cukup unik, sempatkanlah diri anda untuk berfoto di poin-poin ini. Monumen paling besar yang saya kunjungi kemarin adalah yang terletak di depan Kebun Binatang Surabaya, coba sempatkanlah diri anda untuk kesini dan sekalian masuk ke Kebun Binatan untuk melihat atraksi binatang.

Lelah dalam perjalanan? Adzan berkumandang? Coba saja datangi, Masjid Agung Surabaya (MAS atau Masjid Al-Akbar). Masjid ini kata Ikhwan mempunyai Ruang Tengah terbesar se Asia-Tenggara, yang setelah saya lihat memang besar, bisa untuk bermain bola. Tempat ini juga nyaman untuk bersantai setelah beribadah, angin yang bertiup semilir-semilir mendatangkan rasa nyaman dan kantuk seperti menyanyikan lagu tidur.

Kota ini adalah pusat Peradaban dan Teknologi di Jawa timur, bukan seperti pusat Budaya di Jogja, jadi di kota ini terdapat banyak budaya yang terlihat. Etnik pertama yang cukup banyak selain Pribumi adalah Oriental, yang menyebabkan beberapa titik di kota ini terlihat berbau Oriental, seperti Gerbang Tugu Pahlawan. Mayoritas berada di Kembang Jepun, atau biasa disebut Kya-Kya Surabaya, sebuah Pecinan. Coba juga datangi beberapa kuil yang tersebar di daerah Surabaya ini, atau jika ingin yang lebih aneh, coba datangi Masjid Ceng-Ho, sebuah masjid dengan gaya yang sangat Oriental. Ada juga etnis lain, etnis India-Arabia-Persia, kita singkat saja PIA, kebanyakan mereka berkumpul di daerah Ampel, utara Kya-Kya, yang unik adalah, anda akan melihat seorang bermuka arab ber-logat surabya, "Djancuk!", sangat unik! Coba juga kunjungi masjid disini, Masjid Ampel.

Ingat! Kota ini adalah kota Metropolitan, artinya, teknologi berkembang pesat disini, dan Mal sangat berkembang disini. Diantara banyak jenis titik perjalan, Mal adalah yang paling banyak disini, ada Tunjungan Plasa, atau locals biasa menyebutnya TP, empat buah Mal yang dijadikan satu, kedua terbesar di Surabaya menurut Ihwan, ada juga Galaxy, yang berada di dekat Kampus C Unair dan ITS, dan ada juga BG Junction. Yang unik adalah kita bisa melihat sebuah Mal yang di dalamnya terdapat Universitas, ruuuarrr biasa! City of Tommorow, locals calls it CiTo, dimana didalamnya terdapat Universitas Pelita Harapan (UPH). Selain Mal, kita juga bisa mengunjungi bebrapa Universitas negeri yang cukup terkenal, yaitu Universitas Airlangga (UnAir) atau ITS (Institut Teknologi Sebelas maret, kalo ga salah), UnAir memiliki tiga komplek kampus di tempat yang berbeda, dimana kampus A UnAir (Kedokteran) terletak di tidak salah di dekat Gubeng, dan kampus C di dekat ITS.

Bosan dengan pemandangan kota? Coba relax-kan diri anda di daerah pinggir laut, datanglah ke daerah Pantai Kenjeran, selain anda akan berhadapan dengan laut dan pasir, di daerah ini juga terdapat Patung Budha Empat Muka, dan sebuah Kuil. Atau, coba datangi sebuah Jembatan yang sangat wow!, adalah sebuah jembatan yang bernama Suramadu, yang menjembatani dua pulau, pulau Jawa dan Madura, Ongkos lewatnya adalah IDR. 30.000 untuk Mobil, dan IDR. 6.000 untuk motor, tapi, itu hanya ongkos untuk sekali lewat, sedangkan kita harus lewat sekali lagi untuk mencapai Surabaya, jadi kalikan saja dua untuk total PP-nya. Panorama alam yang disajikan ketika sampai di madura adalah kawasan berdebu dan berbatu, semuanya putih, jadi cukup menarik jika berpoto-ria disini,haha. Kalau anda beruntung tidak ada polisi di jembatan Suramadu, cobala untuk berhenti di jembatan, pemandangannya sangat indah, Horizon terlihat sangat indah dibalut dengan hijaunya air dan birunya langit.

About Culinary.
Banyak pilihan manakan disini, karena disini memang tempat perpaduan budaya-budaya modern yang sudah menglilangkan batas antar etnis. Tapi, buat apa jalan ke tempat tidak dikenal kalau makan makanan yang common. Yang perlu digaris-bawahi disini adalah, kuliner Surabaya identik dengan "Petis". Petis adalah mungkin sebuah ingredients yang wajib disini, anda akan menemukan hampir pada semua makan, baik bentuknya tercampur dalam makanan, atau sebagai pelengkap (sambel petis). Ada lima jenis makanan khas yang saya cukup unik yang saya temui disini, yang mana empat tersebar dimana-mana.

Empat makanan khas, yaitu Tahu Campur, Lontong Balap, Tahu Tek, dan Sate Kelapa sudah saya bahas di post sebelumnya, sisanya adalah Rawon. Adalah makanan berisi daging sapi yang dimasak dalam kuah hitam-pekat. Biasa dilengkapi dengan tauge. Rawon yang terkenal di surabaya adalah Rawon Setan, selain enak, juga dikenal karena harganya, MAHAL!hhaha.

Conclusion.

Hasil yang saya dapat dari berjalan-jalan di Surabaya selama tiga hari membuat saya berpikir bahwa, Surabaya not a great place for havin Adventurous-Holiday, but a grat place for Work. Jadi pertama, jangan Backpaker kesini! Kesini hanya jika ingin transit ke kota lain. Kota ini sangat baik untuk liburan keluarga, atau bersama teman teman, bukan sendirian. Beberapa tempat wisata yang diulas adalah tempet wisata dimana kita hanya berfoto-ria, bukan bersenang-senang. So, jika anda adalah lonely-backpaker, jangan kesini! tapi kalau anda adalah sekumpulan dari hedonist boy, silahkan habiskan uang anda di Mal di daerah ini dan berfoto ria disini.

♫ Lost at Surabaya, day 3


Lost at Surabaya, day 3
i'm Lost..
15 Juli 2009

Lost.. Hari ini saya berkeliling.. tapi lebih banyak kesasarnya.. sial.. Tapi, dapat lumayan banyak poto.. Let the Photo talk..

08.30-Mornin, lad!
Hari ini saya bangun lebih pagi daripada kemaren. Hari ini, jam sembilan, Dimbud ada janji sama dosen untuk konsultasi masalah Penelitian untuk Tugas Akhir-nya, jadi, Pagi ini saya sendiri di kosan, tapi kata Dimbud, Ikhwan udah menuju kesini. Kemudian saya makan, setelah mengantar Dimbud keluar kosan, sambil menunggu Ikhwan. Ikhwan datang, katanya, hari ini kita jalan-jalan ama Danti, Edel, dan mungkin ama Fitri, dan Nimas, kemudian saya mandi, dan bersiap untuk menghadapi hari ini. Hari ini kita jalan naik mobil danti, dan kita ketemuan di depan Kampus FK UNAIR.

Ini Dimbud.

09.50-Keluar dari kosan Dimbud.

Ini kamar kosan Dimbud yang udah saya berantakin.

09.59-Another Weirdo.
Saya melihat ada anak pake jaket PADMANABA 08 di deket FK UNAIR.

10.03-Waitin.
Nyampe di depan Kampus FK UNAIR, sementara kita menunggu danti Ikhwan makan Somay.

10.09-The Blues.
Sebelum Ikhwan menghabiskan dua gigitan terakhirnya, sebuah Honda Jazz Biru datang, Danti datang. Saya menyapa mereka, ternyata ada Edel dan Danti. Kemana Fitri dan Nimas?saya tak tahu. Setelah Ikhwan menghabiskan Somay-nya, akhirnya kita jalan, dan tujuan kita adalah Jembatan Antar-Pulau, Jembatan Suramadu.

Yang kiri Edel, yang kanan Danti.

10.40-Extraordinary Bridge.
Jembatan Suramadu, jembatan yang panjangnya kurang-leih 5,4km ini, menghubungkan dua pulau, seperti namanya Sura-Madu yaitu Pulau Jawa dan Pulau Madura. Untuk biaya masuk, karena ini adalah jalan tol, maka, setiap mobil pribadi di kenakan biaya tiga puluh ribu rupiah, sedangkan untuk sepeda motor, rumornya, dikenakan biaya enam ribu rupiah. Spot bagus untuk foto-foto ada di bagian tengah tempat ini, langit yang indah, dan background pondasi yang manstab, dan coba tengok ke bawah jembatan, akan terlihat nelayan yang membuat tambak di daerah sekitar pondasi jembatan. Tapi, di sepanjang jalan ini di larang Stop, jadi, jika ingin mengambil gambar, ambillah dari dalam kendaraan, atau beranikanlah diri anda untuk stop dan berdoalah semoga tidak ada polisi yang lewat.

Menuju ke Jembatan Suramadu.

10.49-Crossed!
Jembatan Suramadu kami lewati. Tidak seperti yang saya bayangkan, saya membayangkan akan memakan waktu yang lama unuk menyebrangi jembatan ini,tapi kenyataan berkata lain, kurang-lebih lima menit kita berhasil lewat. Oleh daripada hal tersebut, kita menyempatkan diri untuk berpoto-poto di Pulau Madura.

We're lost!

Mobil danti yang bawa kita jalan-jalan.

Berpose depan mobil dulu.

Wanita balap mobil.

11.06-Menuju Surabaya.

11.10-Gamblin.
Di tengah Jembatan Suramadu, kami menguatkan diri untuk berhenti. Dan terjadilah Photo-Session yang ke-dua, kali ini diatas Jembatan Suramadu.

Danti, pemilik mobil biru.

Ladies.

Dibawah pondasi Suramadu.

Ditengah jalan, YAY!

Betapa MEGAHNYA jembatan ini.

Horizon.

Nelayan.

Sepertinya ini tambak.

11.20-Jalan lagi ke Galaxy Mal.

11.36-Sampai di Galaxy Mal, mau Nonton di 21.

11.42-Divided.
Danti dan Edel menonton Hannah Montana di 21, sementara saya dan Ikhwan ke Mushalla, gagal ke 21 karena ga ada film yang mau di tonton, dan emang karena males nonton.

11.50-Pray.
Akhirnya kita sampai ke satu-satu-nya mushalla di dalam mal Galaxy ini, Mushalla Al-Hikmah. Sebenarnya saya kira tak akan ada mushalla, karena di mal-nya mayoritas adalah kaum Oriental, sementara kaum Agraris hanya menjadi penjual.
Mushala Al-Hikmah, walaupun disini mayoritas adalah kaum Oriental, tapi, mushalla di sini ukurannya cukup luas, bahkan lebih luas daripada semua mal yagn pernah saya kunjungi di daerah selain Surabaya. Dan yang cukup spesial disini adalah udaranya, karena biasanya udara di mushalla di dalam mal sangalah pengap, maka di sini justru kebalikannya, cukup nyaman.

11.48-CLR-an, again!
Kami keluar dari mushalla, binggung mau kemana menghabiskan waktu selama dua jam. Akhirnya kami berputar-putar di dalam mal ini. Berputar sampai melewati dua kali atau lebih untuk tempat yang sama membuat kaki kami pegal dan kami kehausan. Akhirnya, kami membeli roti di Breadtalk, dan memakannya di KFC, karena di Breadtalk tak ada kursi, sampai akhirnya Danti dan Edel datang.

14.05-Keluar dari Galaxy Mal.

14.23-Lontong Balap.
Akhirnya kita makan. Lontong Balap pojok Jalan Sumbawa, ber-bahan dasar lontong, tahu, dan Lento (semacam perkedel dari tahu dan kacang kedelai), yang di rendam dalam kuah berisi tauge rebus dan daun-bawang-seledri, dengan topping bawang goreng dan sambal petis. Biasa dimakan dengan Sate Kerang.

Lontong Balap, yeah!

14.48-Keluar dari tempat makan, ke kos Dimbud.

14.57-Sampai di depan FK UNAIR, keuar dari mobil.

14.58-Another Weirdo, part 2.
Saya melihat anak yang sama pake jaket PADMANABA 08 di depan FK UNAIR, lagi!

15.05-Shalat di Langgar Haji Ilyas.

15.08-Keluar dari Langgar, menuju kos Dimbud.

15.18-Arrived Home.
Akhirnya saya pulang ke kos Dimbud, soalnya Ikhwan harus ke tempat saudaranya sore ini, jadi saya tidak punya teman jalan lagi. Dimbud juga masih mengerjakan proposal tugas akhirnya, jadi saya tidak bisa kemana-mana.

19.06-Miracle!
Pupus, karena sudah tidak ada lagi anak yang bisa diajak jalan-jalan, tiaba-tiba Dimbud bilang kali ada Nimas di depan. Akhirnya, saya memnemui Nimas dan memaksanya untuk menemani saya jalan, dan diterima. Dan kita-pun melihat peta Wisata Surabaya dan menentukan tujuan. Kesasar pun dimulai.

Nimas, mucul dari semak belukar :p

19.29-House of Sampurna.
House of Sampurna, tempat seperti Musiumnya Rokok Sampurna, disana di pamerkan sejarah rokok dan segala yang berhubungan dengan rokok dan Sampurna dari tahun ke tahun, dari jaman belanda sampai sekarang. Selain itu, di lantai satu di pamerkan juga meja-nya bos Sampurna, alat-alat Marching Band Sampurna, dan Alat Pencetak Bungkus Rokok jaman Baheula. Di lantai dua ada penjualan pernak-pernik dan oleh-oleh Sampurna, dan kita juga dapat melihat pe-linting-an manual rokok oleh para burh pekerja, di lantai dua ini tidak diperkenankan untuk mengambil gambar, baik dengan kamera atau dengan video-camera. Kalau malam, di tempat ini ada Garden BBQ, all you can eat with live music hanya dengan membayar delapan puluh ribu rupiah.


Pintu masuk House of Sampurna.
.

Di dalam House of Sampurna.

19.49-Pergi dari House of Sampurna.

19.56-Kya-Kya Nite Pedestian.
Akhirnya kita sampai di tempat yang saya idam-idamkan, pecinan, atau lebih familiar dengan ama Chinna Town. Kesan pertama langsung tidak meng-enak-kan, soalnya bayangan pecinan yang mirip kayak di luar negeri, dimana banyak pedagang makanan cina berjualan dan saling menunjukkan keahlian memasaknya, ternyata cuma impian, yang ada hanya bangunan tua yang tidak terpakai dan ruko-ruko bertingkat. Tapi kaum oriental-nya tetap ada.

Pecinan Kya-Kya, atau Kembang Jepun.

20.45-Sate Kelapa.
Akhirnya makan malam. Sate Kelapa, sate yang dibakar layaknya sebuah sate biasa, tapi bedanya sekarang satenya dibalut dengan kelapa parut yang udah dibumbuin. Kata Nimas, makanan ini khas Madura, soalnya yang jual make bahasa Madura. Ada dua pilihan daging, Ayam dan Sapi, tapi saos yang dipakai cuma satu, Bumbu Kacang, rasanya manis.

21.13-Selesai makan, pulang ke kosan Dimbud.

21.30-I'm Home!
Sampai di kosan Dimbud. Besok katanya Nimas mau ngajak makan di Pecel yang aneh gitu juga. Dan juga, besok jam tiga sore saya pulang ke Jogja, besok adalah hari terakhir saya di Surabaya, semuanya harus saya Exploitasi secara maksimal.hhhaha.
~fin

Next Destination:
-KUUULINEERAAANN!!!

Terima Kasih kepada:
-Danti, buat kendaraan-nya.
-Ikhwan, dan Edel, untuk jalan-jalannya
-Dimbud, buat kosannya.
-Nimas, yang udah kesasar bareng.
-dkk

*segala editan foto disini menggunakan Irfan View 4.00 hanya sebatas resize, dan editan Grafis menggunakan Microsoft Publisher 2007, karena keterbatasan alat.tq