thats life


Life is already screwed.. We just have to fixed it..

Veding Machine?

Kemarin, tanggal 8 Feb, saia akhirnya kembali ke Jogja. Alih-alih menggunakan pesawat, saia malah menggunakan kereta. Bukan sok-sok an ato apa, tapi alasan saya menggunakan pesawat adalah karena ada maskapai Mandala. Tapi karena sekarang dia tinggal kenangan, maka saia kembali ke cinta lama, naik kereta api tut-tut-tut.

Kembalinya saia ke cinta lama ini juga dibarengi dengan pertamakalinya saia naik kereta ditemani manusia. Biasanya saia selalu hanya ditemani dengan suara derik besi kereta atau suara gesekan ban kereta dengan rel. Panggil saja Will, orang ini yang akan menemani saia sepanjang perjalanan.

Kami akan bertemu di depan loket tiket di stasiun Gambir. Ketika waktu mencapai setengah delapan, kami pun sampai dan bertemu. Kedua ibu kami pun bertemu. Kalian tau kan kalo dua ibu-ibu bertemu kemudian akan terjadi apa? Yap, mereka mengobrol, dan kami yakin itu tidak akan berlangsung sebentar.

Terpaksa kami harus mencari retreat plan yang asoy. Kami mencari. Memantau sekeliling kami. Dan oh wow! Kami menemukan benda gaul yang biasanya hanya kami lihat di film ataupun game! Vending Machine!

*warning, DP alert!*


Selanjutnya di Veding Machine? »

DSLRsmosi..


Dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung. Mungkin sekarang, peribahasa itu harus diganti jadi: Dimana kaki berpijak, disitu DSLR terlihat. Tidak terlalu hiperbolis. Hampir di semua tempat di kota-kota besar di negeri kita ini pasti kita bisa melihat benda ini. DSLR menjadi trend, bukan lagi kebutuhan para profesional. DSLR merasuk ke gaya hidup kita.

Pasti diantara teman kita, ada yang punya DSLR, ato jangan-jangan punya benda ini. Pernah ga liat mereka (bahkan anda sendiri) menekuk wajah ketika memfoto anda atau teman-teman anda ketika berfoto-ria. Ketika anda melihat tanda-tanda kemunculan penekukan wajah, tandanya teman anda atau anda sudah DSLRsmosi.


Selanjutnya di DSLRsmosi.. »