Wonosobo Style Full Course

 

Kami disambut dengan dingin yang menggelitik seluruh badan, Dieng sudah didepan mata. Dieng memang tidak bisa disandingkan dengan dinginnya puncak gunung yang mengelilinginya, tapi karena kami bermotor, dinginnya angin yang merepa di perjalanan menjadi bonus spesial ketika mencoba menuju tempat ini. Seperti Yin dan Yang, ketika udara menjadi dingin, maka selalu ada cara untuk menyeimbangkannya, disini caranya dengan makan.

Sebagian dari Dieng merupakan bagian dari Kabupaten Wonosobo. Santapan di Wonosobo sebagian besar merupakan makanan hangat. Makanan di daerah ini identik dengan sayuran bernama kucai. Kucai mempunyai fisik berwarna hijau, dan biasa diiris tipis memanjang dan dicampurkan sebagai campuran bahan atau topping. Makanan disini sangat cocok disantap saat udara dingin.

Saya sarankan lineup makanan ini jika kamu ingin melawan dinginnya udara di dataran tinggi Wonosobo ataupun Dieng.

Selanjutnya di Wonosobo Style Full Course »

Dieng, aku kembali-


14 Februari 2009, delapan jejaka single galau mencoba merayakan hari kasih sayang dengan bercumbu dengan Puncak Sikunir. Penaklukan inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal dari munculnya sebuah komunitas jalan-jalan yang berinisal CLR. Kabut yang menyingkap desa di pagi hari, sinar yang menembus pepohonan di telaga warna, dan gurihnya kentang lokal yang disantap di warung-warung- selalu berhasil membuat saia kembali ke tempat ini tiap tahunnya dalam tiga tahun terakhir. Ingin rasanya kembali kesana, karena menurut saia, Dieng adalah escape point paling asik di sekitar Jogja. []

Carefree


Foto diatas bukan foto konsep, apalagi foto art. Foto itu diambil di kamar saia, siang ini- sehabis bangun tidur. Sekilas fotonya emang kayak ujung rokok atau lukisan abstrak. Tapi maaf, tebakan anda salah sodara-sodara, itu adalah kabel yang terbakar dan putus dari rolkabel di kamar saia. Dari dulu kabel itu kalo disenggol dikit aja udah mati-idup, dan akhirnya malam ini dia kembali ke pangkuan yang kuasa. Sedikit saja sekenario berubah, mungkin si api menyambar baju, baju membakar kamar, dan malah saia yang kembali ke pangkuannya. Untung saja.

Kayaknya memang akhir-akhir ini hidup saia terlalu carefree. Mulai dari malas mengerjakan skripsi, over-olahraga dan kurang menjaga fisik, tidak peduli dengan kebersihan kamar, dan terakhir, terlalu banyak senthong-senthongan di tempat orang. Karma datang, saia terkena ganjaran. Jari manis kanan yang tiga minggu belum bisa lurus, cu*shot tomcat dibawah mata, dan puncaknya, kabel yang terbakar ketika saia tidur. 

Ah, sepertinya universe sedang menyuruh saia untuk berbenah diri. []