The Fashion Blogger

Entah sudah berapa kali saya mendengarkan nama Clara Devi disebut-sebut, entah dari teman saya, suara orang bergosip di foodcourt di mall, atau bahkan universe sendiri yang menyebut namanya... Tapi emang tenar kok dia. Clara Devi adalah salah satu orang yang konsisten merawat blognya yang bergerak di bidang fashion, makanya dia dikenal dengan Clara 'Ratu Fashion Vintage' Devi (....yang percaya dodol).
 

Ahh.. Sebenernya apa sih itu fashion blog?


"Fashion blogs are blogs that cover the fashion industry, clothing, and personal style"

Fashion blog itu isinya bisa dari mulai pakaian dan asesoris, tren di berbagai pasar apparel, trend fashion di kalangan selebritas, sampai fashion jalanan. Bisa dari fashion kalangan proletar sampai kaum bangsawan. Mulai dari indie designer sampai designer handal.


Hebatnya nih ya, kebanyakan fashion blog tuh bisa jadi shopping blog, soalnya mereka kebanyakan ngasi saran ke kita buat memilih fashion yang tepat, toh akhir-akhirnya nyaranin kita buat shopping, lagi.


Kalo blog yang cuma kadang-kadang nih posting tentang fashion-nya, dia sebenernya bukan fashion blogger. Tapi terkadang dia diberi label fashion ama blogger yang lain.


Memang kedengarannya sangat mahal sekali ya tipe blogger ini. Ga beda jauh ama travel blogger lah, sama-sama terlihat costly. Tapi tenang sadja, kalo di traveling ada gaya travel backpaker yang dikenal amat sangat muyah dan prihatin, maka di sini juga ada budget fashionista! Silahkan googling blognya Kathryn Finney dengan kata kunci budget fashion.


Kalo pengen juga jadi fashion blogger tapi financial advisor udah teriak jangan, dan udah baca blognya mbak finney tapi masih kurang mampu, tenang aja! Oom yang ganteng ini bakal kasi tips!

Selanjutnya di The Fashion Blogger »

thats life


Life is already screwed.. We just have to fixed it..

Veding Machine?

Kemarin, tanggal 8 Feb, saia akhirnya kembali ke Jogja. Alih-alih menggunakan pesawat, saia malah menggunakan kereta. Bukan sok-sok an ato apa, tapi alasan saya menggunakan pesawat adalah karena ada maskapai Mandala. Tapi karena sekarang dia tinggal kenangan, maka saia kembali ke cinta lama, naik kereta api tut-tut-tut.

Kembalinya saia ke cinta lama ini juga dibarengi dengan pertamakalinya saia naik kereta ditemani manusia. Biasanya saia selalu hanya ditemani dengan suara derik besi kereta atau suara gesekan ban kereta dengan rel. Panggil saja Will, orang ini yang akan menemani saia sepanjang perjalanan.

Kami akan bertemu di depan loket tiket di stasiun Gambir. Ketika waktu mencapai setengah delapan, kami pun sampai dan bertemu. Kedua ibu kami pun bertemu. Kalian tau kan kalo dua ibu-ibu bertemu kemudian akan terjadi apa? Yap, mereka mengobrol, dan kami yakin itu tidak akan berlangsung sebentar.

Terpaksa kami harus mencari retreat plan yang asoy. Kami mencari. Memantau sekeliling kami. Dan oh wow! Kami menemukan benda gaul yang biasanya hanya kami lihat di film ataupun game! Vending Machine!

*warning, DP alert!*


Selanjutnya di Veding Machine? »